Salim Sebut Ada LSM yang Tak Sejalan Dengan LIRA Maluku Dukung Proyek BPJN Maluku

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dobrakmedianusantara–Ambon, — Ketua LIRA Maluku Salim Rumakefin menyebut ada LSM yang selama ini sama-sama turun ke jalan menyuarakan proyek infrastruktur jalan dan jembatan di Maluku mulai tak sejalan dengan visi dan misi pergerakan LIRA Maluku.

Hal itu disampaikan kala memberikan klarifikasi terkait dugaan suap ‘amplop cokelat’ oleh BPJN Maluku terkait aksi unjuk rasa jalan daerah antar Loki-Piru, Seram Barat sepanjang 1,2 kilometer senilai Rp14 miliar hingga pencopotan Satker II, Toce Leowol terkait ruas jalan lintas Seram-Wailoping, Seram Utara senilai Rp13 miliar yang diduga terbengkalai selama empat bulan di Gedung BPJN Maluku beberapa hari lalu.

“Itu hanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang selama ini tidak sejalan dengan kinerja BPJN Maluku dalam membangun infrastruktur jalan dan jembatan di Maluku,”kata Salim mengutip dari, AmbonTodaiy.com. Sabtu (18/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia sempat mengaku beberapa hari terakhir LIRA Maluku intens menyuarakan proyek jalan di Pulau Seram yang ditangani BPJN Maluku. Namun, Salim mengklaim aksi tersebut murni setelah warga di Pulau Seram sempat mengeluhkan kondisi jalan yang belum aspal.

Sebelumnya, LSM konsorsium Maluku sempat menggelar aksi di Gedung BPJN Maluku. Mereka adalah LIRA Maluku, Pelopor dan Komando. Namun dalam aksi itu, LSM Pelopor dan LSM Komando lebih menyuarakan kondisi jalan daerah Loki-Piru sepanjang 1,2 kilometer senilai Rp14 miliar. Jalan itu hanya dibangun sekitar 300 meter saja.

Sementara LIRA Maluku membawa poin tuntutan aksi berupa mendesak pencopotan Satker II, Toce Leowol dari jabatannya. Mereka menilai proyek jalan lintas Seram-Wailoping, Seram Utara senilai Rp13 miliar terbengkalai empat bulan akibat belum diaspal.

Kondisi jalan yang dibiarkan terbengkalai selama empat bulan karena alasan kehabisan material. Padahal proyek tersebut sudah dicairkan hingga seratus persen.

Pasca aksi itu, mereka sempat bertemu dengan orang dekat BPJN Maluku. Usai pertemuan digelar, Salim Cs hilang kontak hingga peserta aksi sempat menuding Salim Cs diduga terima ‘amplop cokelat berisi 3 ribu‘. (DMN) 

Berita Terkait

Karutan Ambon Kunjungi PN Ambon, Perkuat Sinergi Antar Aparat Penegak Hukum
BWS Maluku: Perubahan Kontrak Way Apu Bukan Berarti Ada Penyimpangan
Angka stunting Malra turun jadi 10,25 persen, Bupati dorong gerakan cegah stunting bersama
Krisis Lahan Makam Muslim di Ambon, Warga Ancam Bawa Keranda dan Mayat ke Kantor Gubernur, DPRD Provinsi, Wali kota dan DPRD Kota Ambon
Kawal transparansi, GMNI Malra dukung seleksi calon kepala sekolah via KSPSTK
Diduga dibuntuti 3 motor di Passo, korban kehilangan uang duka dan surat penting
BWS Maluku perkuat penanganan kekeringan di Bula, gandeng BPBPK salurkan puluhan ribu liter air bersih
Di HUT ke-81 RI, Plt Ketua AFP Maluku Dorong Pemuda Maluku Berjaya Lewat Futsal
Berita ini 121 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Karutan Ambon Kunjungi PN Ambon, Perkuat Sinergi Antar Aparat Penegak Hukum

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:05 WIB

BWS Maluku: Perubahan Kontrak Way Apu Bukan Berarti Ada Penyimpangan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:04 WIB

Angka stunting Malra turun jadi 10,25 persen, Bupati dorong gerakan cegah stunting bersama

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Kawal transparansi, GMNI Malra dukung seleksi calon kepala sekolah via KSPSTK

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Diduga dibuntuti 3 motor di Passo, korban kehilangan uang duka dan surat penting

Berita Terbaru