Diduga Mangkrak, Proyek PLTS Rp7 Miliar di Empat Puskesmas Ambon Disorot Publik

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dobrakmedianusantara.com,–Ambon– Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) senilai lebih dari Rp7 miliar yang dikerjakan pada tahun anggaran 2025 di empat fasilitas kesehatan Puskesmas Poka, Puskesmas Tawiri, Puskesmas Air Besar, dan Puskesmas Air Salobar kini menuai sorotan publik. Fasilitas yang seharusnya menunjang layanan kesehatan tersebut diduga sudah lama tidak berfungsi, sehingga memunculkan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, PLTS tersebut sempat beroperasi normal pada awal pemasangan. Namun hanya dalam hitungan bulan, sistem tenaga surya itu berhenti berfungsi dan hingga memasuki 2026 belum juga diperbaiki.

“Awalnya bagus, listriknya lancar. Tapi tidak lama kemudian mati dan sampai sekarang tidak pernah digunakan lagi,” ungkap sumber tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber yang sama juga menduga pelaksanaan proyek PLTS yang dikerjakan Dinas Kesehatan Kota Ambon tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ia menyebut adanya indikasi penyimpangan spesifikasi teknis, seperti kapasitas panel dan baterai yang diduga lebih rendah dari kontrak, yang berpotensi mengarah pada mark-up harga atau pengurangan volume pekerjaan. Dugaan ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan kerugian negara. Namun, dugaan tersebut hingga kini belum bisa dikonfirmasi kebenarannya secara resmi.

“Ya, sudah beberapa bulan ini sejak dipasang, kami tidak pernah merasakan manfaat dari aliran listrik tenaga surya itu. Untungnya masih terbantu dengan listrik [PLN],” jelasnya.

Sumber tersebut menambahkan, pihaknya telah dua kali melaporkan kondisi itu kepada Dinas Kesehatan Kota Ambon sejak proyek selesai dipasang. Dinas Kesehatan disebut telah melakukan pengecekan, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan.

Meski dengan keterbatasan pasokan listrik dan peralatan medis yang belum sepenuhnya memadai, pihak puskesmas memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Pelayanan tetap kami upayakan maksimal, meskipun kondisi listrik masih terbatas. Ke depan, jika ada penambahan alat medis, tentu membutuhkan daya listrik lebih besar. Ini yang kami khawatirkan jika PLTS tidak segera diperbaiki,” tambahnya.

Kondisi ini memicu desakan dari masyarakat agar Dinas Kesehatan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki atau mengaktifkan kembali fasilitas PLTS tersebut. Warga juga berharap ada transparansi dan evaluasi menyeluruh terkait penggunaan anggaran proyek, agar tidak merugikan kepentingan publik, khususnya dalam pelayanan kesehatan di Kota Ambon.

Warga turut menyoroti slogan Wali Kota Ambon, “Ambon Bae, Bae par Ambon”, yang dinilai harus dibuktikan lewat kebijakan nyata, bukan sekadar jargon politik — terutama dalam mengawal proses pembangunan dan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan fasilitas kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kota Ambon maupun Wali Kota Ambon terkait dugaan penyimpangan dalam proyek PLTS ini, termasuk rencana tindak lanjut atas persoalan tersebut. Referensimaluku.id akan terus mengkonfirmasi pihak terkait untuk melengkapi pemberitaan ini. (DMN) 

Berita Terkait

Dugaan Setoran Rp7,5 Juta per Kapal Andon, Kejati Maluku dan Dit Polairud Didesak Turun Tangan
Karhutla di SBT, BWS Maluku Bergerak Cegah Api Meluas ke Permukiman
27 Rumah Dibakar, Rony Samloy Soroti Penegakan Hukum Kasus Patahuwe
Forum Peduli SBB kumpulkan Rp7,6 juta dan sembako untuk warga Lisabata-Patahuwe
BWS Maluku Sisir Wilayah Kekeringan, Ribuan Liter Air Bersih Digelontorkan di SBT
Dua Hari Beruntun, Ibrahim Wael Kembali Dilaporkan ke Polres Buru
Jaga kesiapsiagaan, Rutan Ambon gelar pemeliharaan senjata api bersama TNI-Polri
Kelola IPR di Pulau Buru, Ruslan Soamole Tekankan Legalitas dan Penghormatan terhadap Adat
Berita ini 51 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Dugaan Setoran Rp7,5 Juta per Kapal Andon, Kejati Maluku dan Dit Polairud Didesak Turun Tangan

Kamis, 17 September 2026 - 17:01 WIB

Karhutla di SBT, BWS Maluku Bergerak Cegah Api Meluas ke Permukiman

Kamis, 17 September 2026 - 10:21 WIB

Forum Peduli SBB kumpulkan Rp7,6 juta dan sembako untuk warga Lisabata-Patahuwe

Rabu, 16 September 2026 - 17:41 WIB

BWS Maluku Sisir Wilayah Kekeringan, Ribuan Liter Air Bersih Digelontorkan di SBT

Sabtu, 12 September 2026 - 13:50 WIB

Dua Hari Beruntun, Ibrahim Wael Kembali Dilaporkan ke Polres Buru

Berita Terbaru

Nasional

Pdt Jacky Manuputty Resmi Jadi Wantimpres Prabowo

Jumat, 2 Okt 2026 - 19:48 WIB