Dobrakmedianusantara, –AMBON– Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku melaksanakan normalisasi Sungai Waisakula di kawasan Bandara Pattimura Ambon sebagai upaya pengendalian banjir dan peningkatan kapasitas aliran sungai di wilayah strategis tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga fungsi sungai, melindungi infrastruktur vital, serta mendukung keselamatan dan kenyamanan operasional bandara.
General Manager Bandara Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menjelaskan bahwa curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir telah mengakibatkan abrasi di Sungai Waisakula. Kondisi tersebut, kata dia, tidak hanya mengancam jalan provinsi, tetapi juga masuk ke area operasional bandara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara operasional dan secara laporan meteo, memang dalam beberapa hari ini curah hujannya cukup tinggi dan kondisi di Sungai Waisakula ini sudah mengakibatkan abrasi dan juga mengancam jalan provinsi. Tapi sungai ini juga masuk ke area bandar udara,” ujar Johan.
Ia mengungkapkan, pihak bandara bersama Dinas Pekerjaan Umum berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk menangani persoalan tersebut. Menurutnya, respons yang cepat dari Balai Wilayah Sungai membuat normalisasi dapat segera dilakukan di sepanjang Sungai Waisakula, mulai dari beberapa kilometer ke hulu hingga titik terdekat dengan bandara.
“Alhamdulillah, dampaknya bisa mengurangi dan mengalihkan aliran sungai yang mengakibatkan abrasi dan membawa material yang terlalu banyak ke bandar udara. Ini sudah cukup sangat mengurangi,” katanya.
Johan menilai, cepatnya respons dan koordinasi dari Balai Wilayah Sungai membuktikan kehadiran negara dalam mengatasi ancaman yang berpotensi menimbulkan bencana. Ia menegaskan, dampak persoalan ini tidak hanya dirasakan pihak bandara, tetapi juga berpotensi merugikan masyarakat sekitar.
Ia yang mewakili manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Pattimura Ambon menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, atas penanganan persoalan yang menurutnya sudah berlangsung bertahun-tahun dan berdampak besar bagi operasional bandara.(DMN)















Komentar