Angka stunting Malra turun jadi 10,25 persen, Bupati dorong gerakan cegah stunting bersama

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DMN.com,-LANGGUR – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi masyarakat, serta pemberdayaan keluarga dan kader Posyandu.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun dalam sambutannya pada kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal bagi kader Posyandu, sekaligus Kampanye dan Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui Gerakan Cegah Stunting, Jumat (22/8/2026).

Kegiatan tersebut mencakup wilayah kerja Puskesmas Elat, Puskesmas Matahollat, Puskesmas Ohoiel, Puskesmas Larat, Puskesmas Mun, dan Puskesmas Hollat. Kegiatan turut didampingi Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam dan Plt Sekda Maluku Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain pembekalan bagi kader Posyandu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis yang menghadirkan dua dokter spesialis, yakni dokter spesialis paru dan dokter spesialis anak. Bupati berharap kehadiran dokter spesialis tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat Kei Besar terhadap akses layanan dokter spesialis.

Bupati Thaher menyebut stunting sebagai tantangan pembangunan yang harus dicegah bersama. Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui pemenuhan gizi, pola asuh, sanitasi, hingga pemanfaatan pangan lokal.

“Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen untuk terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas, peningkatan gizi masyarakat, pemberdayaan keluarga, serta penguatan peran Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat,” ujar Bupati.

Berdasarkan data SIGIZIKESGA per Desember 2025, angka stunting di Maluku Tenggara tercatat 12,07 persen. Angka itu turun menjadi 10,25 persen berdasarkan pemutakhiran data Triwulan II Tahun 2026.

“Alhamdulillah, berdasarkan updating data terbaru per Triwulan II Tahun 2026 turun menjadi 10,25 persen. Tentu angka ini menunjukkan progres yang baik, karena Maluku Tenggara sudah berada di bawah target nasional sebesar 14 persen,” katanya.

Bupati menegaskan pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak di bawah lima tahun, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Ia meminta jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, camat, serta kepala ohoi memperkuat pelayanan Posyandu di wilayah masing-masing.

Setiap ibu hamil dan anak, kata dia, harus mendapat pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara rutin. Jika ditemukan anak dengan berat badan tidak naik atau mengalami kekurangan gizi, intervensi dan pendampingan harus segera dilakukan, termasuk pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal serta pemeriksaan dokter bila ada indikasi penyakit penyerta.

Bupati juga menekankan pentingnya optimalisasi pangan lokal, khususnya sumber protein hewani, agar pemberian makanan tambahan tidak selalu bergantung pada bahan pangan dari luar daerah.

“Pemberian makanan tambahan hendaknya tidak selalu bergantung pada makanan atau bahan pangan dari luar daerah. Kita harus mampu mengoptimalkan potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan masyarakat, terutama protein hewani, dengan tetap memperhatikan prinsip bergizi, seimbang, beragam, sehat dan aman,” tegasnya.

Kader Posyandu dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya dalam pelaksanaan layanan Posyandu, tetapi juga sebagai penggerak masyarakat, penyampai informasi kesehatan, pendamping keluarga, serta penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan dan pemerintah.

Bupati mengajak seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah ohoi, PKK, kader Posyandu, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Kei Besar untuk menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama dan berkelanjutan, melalui pemanfaatan pangan lokal serta penguatan peran keluarga dan Posyandu.

“Tidak boleh ada keluarga yang membiarkan anaknya tumbuh tanpa pemantauan kesehatan dan makanan bergizi,” tegasnya.

“Dengan kebersamaan, kita dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kei Besar,” pungkasnya. (BR) 

Berita Terkait

Dugaan Setoran Rp7,5 Juta per Kapal Andon, Kejati Maluku dan Dit Polairud Didesak Turun Tangan
Karhutla di SBT, BWS Maluku Bergerak Cegah Api Meluas ke Permukiman
27 Rumah Dibakar, Rony Samloy Soroti Penegakan Hukum Kasus Patahuwe
Forum Peduli SBB kumpulkan Rp7,6 juta dan sembako untuk warga Lisabata-Patahuwe
BWS Maluku Sisir Wilayah Kekeringan, Ribuan Liter Air Bersih Digelontorkan di SBT
Dua Hari Beruntun, Ibrahim Wael Kembali Dilaporkan ke Polres Buru
Jaga kesiapsiagaan, Rutan Ambon gelar pemeliharaan senjata api bersama TNI-Polri
Kelola IPR di Pulau Buru, Ruslan Soamole Tekankan Legalitas dan Penghormatan terhadap Adat
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Dugaan Setoran Rp7,5 Juta per Kapal Andon, Kejati Maluku dan Dit Polairud Didesak Turun Tangan

Kamis, 17 September 2026 - 17:01 WIB

Karhutla di SBT, BWS Maluku Bergerak Cegah Api Meluas ke Permukiman

Kamis, 17 September 2026 - 10:21 WIB

Forum Peduli SBB kumpulkan Rp7,6 juta dan sembako untuk warga Lisabata-Patahuwe

Rabu, 16 September 2026 - 17:41 WIB

BWS Maluku Sisir Wilayah Kekeringan, Ribuan Liter Air Bersih Digelontorkan di SBT

Sabtu, 12 September 2026 - 13:50 WIB

Dua Hari Beruntun, Ibrahim Wael Kembali Dilaporkan ke Polres Buru

Berita Terbaru

Nasional

Pdt Jacky Manuputty Resmi Jadi Wantimpres Prabowo

Jumat, 2 Okt 2026 - 19:48 WIB