DMN.com,- Ambon — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan stok pangan nasional tetap aman di tengah musim kemarau, paceklik, serta fenomena El Nino dan gejolak dunia.
Kepastian itu disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau langsung penyaluran bantuan pangan berupa beras di Kota Ambon, Maluku.
Menurutnya, pemerintah terus mempercepat distribusi bantuan pangan kepada masyarakat, terutama keluarga penerima manfaat yang masuk kelompok desil 1 dan desil 4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap keluarga penerima memperoleh bantuan 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Namun, untuk mempermudah distribusi, terutama ke wilayah jauh dengan biaya pengiriman tinggi, bantuan tersebut disalurkan sekaligus sebanyak 30 kilogram.
“Juli, Agustus, September masing-masing 10 kilo. Tapi kalau satu-satu kan mahal, apalagi kalau jauh. Oleh karena itu, disekaliguskan oleh Bulog, jadi Juli, Agustus, September 30 kilo sekaligus,” kata Zulkifli Hasan.
Ia meminta penyaluran bantuan dipercepat karena sejumlah daerah tengah menghadapi musim kemarau atau masa paceklik, kondisi yang berpotensi mendorong kenaikan harga pangan.
“Sekarang lagi kemarau, lagi ceklik. Ceklik itu tidak waktunya panen. Otomatis harga akan naik sedikit. Nanti ibu-ibu keluarga di desil 1 dan desil 4 tentu akan sangat membutuhkan, maka kita perlu percepat,” ujarnya.
Zulkifli Hasan mengatakan percepatan penyaluran bantuan pangan tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama Presiden dan mendapat persetujuan.
“Ini rakor di Bapak Presiden, Bapak Presiden setuju. Jadi ini namanya bantuan Bapak Presiden,” katanya.
Untuk wilayah Maluku, realisasi penyaluran bantuan pangan disebut telah mencapai sekitar 60 persen. Sementara sisanya masih terus dipercepat agar segera diterima masyarakat.
Ia mengapresiasi kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepala daerah, serta Perum Bulog dalam mendukung kelancaran penyaluran bantuan pangan.
“Ini bisa terlaksana dengan baik karena kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, bupati, gubernur, wali kota, dan Bulog,” ujarnya.
Zulhas menambahkan, apabila koperasi desa telah terbentuk dan berjalan optimal, ke depan penyaluran bantuan akan dilakukan melalui koperasi desa.
Sementara terkait kondisi ketahanan pangan nasional, Zulhas memastikan ketersediaan pangan Indonesia tetap mencukupi.
“Kita aman. Beras kita stoknya banyak, ikan stoknya banyak, telur banyak, ayam banyak. Jadi di tengah dunia yang bergejolak, insyaallah soal makan Indonesia aman,” tegasnya.
Selain memastikan ketersediaan pangan, Zulhas juga menyoroti kondisi nelayan. Pemerintah, kata dia, akan terus bekerja keras meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan kampung nelayan dan desa tematik.
“Kalau nelayan memang masih 103. Itu kita akan bekerja keras. Tahun ini sampai tahun depan mudah-mudahan nilai tukar nelayan bisa kita naikkan menjadi 120. Maka kita lagi bangun kampung nelayan, kita juga akan bangun desa tematik,” pungkasnya. (AP)















Komentar